June 12, 2021

97 Harga Gila: Sewa Mobil Rental Di Bali

Apa itu OMOcars.com?
OMOcars adalah jaringan sewa mobil rental untuk eighty one bandara di Indonesia, seperti: Jogja, Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, Solo, dan kota-kota lain di Indonesia. Salah satu space pelayanan kami adalah sewa mobil untuk di Bali, dengan kelebihan free of charge ambil mobil di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Sebagai sebuah market, tamu OMO memiliki keuntungan yaitu pilihan mobil rental yang sangat beragam.

OMOcars seperti Hertz dan Avis Car Rental: Penyewa mobil mengambil mobil di bandara dan pada saat liburannya usai mobil dikembalikan juga di bandara.

Hemat uang liburan anda ketika sewa mobil di Bali dengan platform OMOcars.com!
Jaringan penyewaan mobil rental OMOcars dikhususkan untuk pengguna pesawat, sehingga para penumpang pesawat kini bisa mendapatkan mobil rental langsung pada saat tiba di bandara.

OMOcars seperti Avis atau Hertz. Kami mengkhususkan diri untuk anda yang ingin mengambil dan mengembalikan mobil langsung pada saat di bandara.

Di OMOcars, anda memiliki 2 pilihan sistem rental:

1. Sistem Sewa Setir Sendiri atau Lepas Kunci atau Tanpa Supir
Sistem rental ini memungkinkan anda untuk menyetir mobilnya sendiri (Self Drive). Anda tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk biaya supir.
2. Sistem Rental Mobil Dengan Supir/ Driver
Sistem rental ini memungkinkan anda jalan-jalan di Bali selayaknya bos! Anda tinggal duduk enak di kursi belakang dan biarkan supir anda yang berjuang membawa anda ke tempat-tempat yang anda tuju.

Kelebihan dan Kekurangan Sewa Mobil di Bali

Tidak seperti kota dan daerah lain di Indonesia, Bali memiliki banyak rental mobil. Sebagian rental mobil Bali ini menyediakan sistem sewa setir sendiri/ lepas kunci dengan pilihan mobil yang sangat beragam. Ketika sewa mobil di Bali anda bisa memilih antara mobil matic atau manual, dengan a hundred and one tipe mobil. Mulai dari tipe mobil lama seperti: Agya, Brio, Splash, Avanza, Innova. Anda juga bisa rental mobil-mobil terbaru yang baru keluar di antara tahun , seperti: Suzuki Ignis, Toyota Innova Reborn, Calya dan Sigra, Fortuner, dan bahkan Alphard Vellfire.

Dan kini, dengan adanya OMOcars, pencari mobil rental Bali bisa mengambil mobil langsung di Bandara Ngurah Rai. Anda tidak perlu repot-repot lagi membayar mahal biaya taksi Bluebird dari Bandara ke Hotel yang bisa mencapai Rp 147.000 sekali journey.

Hal yang perlu anda perhatikan ketika sewa mobil di Bali adalah penyewa bertanggung jawab pernuh terhadap mobil rental yang digunakan. Artinya, anda harus benar-benar mengembalikan mobil dengan kondisi yang sama persis seperti pada saat pengambilan mobil. Tidak boleh ada kerusakan/ baret pada badan mobil. Tidak boleh ada bagian mobil yang hilang. Tidak boleh sampah di dalam mobil. Bensin juga harus dikembalikan ke posisi yang sama seperti pada saat pertama kali.

Kekurangan lainnya ketika menyewa mobil di Bali adalah kemacetan di Bali. Sebagai destinasi pariwisata nomor satu di Indonesia, Bali didatangi oleh 4 juta wisatawan mancanegara setiap tahunnya. Dengan ramainya Bali, namun lebar dan panjang jalan yang tidak bertambah membuat jalanan di Bali sangat sesak dan macet. Oleh karena itu, pengguna mobil rental diharapkan sabar ketika sedang berkendara dan sebaiknya menyewa mobil matic agar lebih nyaman ketika berkendara.

Kendala terakhir ketika anda sewa mobil di Bali tanpa supir adalah anda hanya bisa mengandalkan petunjuk dari Google Map/ Waze untuk sampai ke tempat yang anda tuju. Mobil rental lepas kunci tidak menyediakan supir yang bisa memandu anda ke tempat-tempat pariwisata terkenal di Bali. Anda hanya dapat mengandalak intuisi dan GPS di handphone anda.

Tentang Bali

Bali sejak dulu hingga sekarang masih layak menyandang sebutan Pulau Dewata. Kehidupan orang Bali masih kental diwarnai oleh agama dan tradisi leluhur. Tidak tergerus oleh modernisasi yang terus berlangsung pesat di sekeliling mereka.

Memang benar mall, tempat hiburan, dan penginapan bermunculan untuk memenuhi kebutuhan turis. Namun entah bagaimana, alam dan tradisi Bali masih terjaga dari kerusakan.

Keindahan Bali seringkali dikiaskan dengan surga. Itulah yang membuat Bali sangat terkenal di kalangan turis mancanegara. Bahkan dulu banyak diantara mereka yang mengenal Bali tetapi justru tidak tahu bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia.

Kondisi Geografis dan Iklim Bali

Gunung-gunung vulkanik yang menjulang tinggi mendominasi pulau Bali. Gunung-gunung itu membentuk bentangan alam, meregenerasi tanah secara berkala, dan membantu menyimpan cadangan air. Itulah sebabnya banyak gunung, danau, dan mata air disakralkan oleh orang Bali.

Terletak antara 8 dan 9 derajat di selatan khatulistiwa, Bali memiliki musim hujan yang pendek dan panas dan musim kemarau sejuk yang lebih panjang. Pegunungannya basah sepanjang tahun, rata-rata mendapat 2.500 sampai 3.000 mm curah hujan setiap tahunnya. Dataran rendah lebih panas dan kering, namun mempunyai angin segar dan kencang.

Musim penghujan berlangsung antara sekitar November sampai Maret, merupakan bulan-bulan yang paling panas sepanjang tahun. Musim kemarau berlangsung antara sekitar April hingga Oktober, ketika angin tenggara yang sejuk mengalir dari arah Australia.

Sekitar 121 ribu ha atau 23% dari luas Bali berupa hutan. Terutama di daerah pegunungan barat dan sepanjang lengkungan dari puncak gunung Agung hingga ke puncak gunung Batukaru. Sekitar seperempat dari hutan tersebut dilindungi dalam bentuk empat cagar alam, yang terbesar adalah Taman Nasional Bali Barat (19 ribu ha).

Kondisi geografis Bali cukup unik dan kompleks. Secara garis besar terdiri dari pegunungan, dataran rendah pesisir dan susuran batu kapur.

Pertanian Bali

Makanan pokok masyarakat Bali adalah nasi, sehingga padi merupakan tanaman utama di pertanian Bali. Sawah irigasi paling banyak terdapat di Bali selatan bagian tengah dengan pengarian dari mata air alami.

Beras ditanam secara rotasi dengan tanaman palawija seperti kacang kedelai, kacang tanah, bawang merah, cabe dan sayuran lainnya. Di daerah kering tanaman jagung, talas, tapioka dan bit dibudidayakan.

Sejak abad ke-9 atau ke-eleven, semua sawah yang diairi oleh jalur air yang sama adalah tergabung dalam satu subak. Subak adalah pengaturan pengairan sawah tradisional khas Bali. Peraturan tersebut masih dipraktekkan hingga sekarang dan UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya dunia.

Kekayaan Avifauna Bali

Bali mempunyai sekitar 300 spesies burung termasuk burung migran dari daerah lain. Dari burung besar seperti enggang dan bangau, hingga burung-burung kecil. Bali juga rumah bagi burung langka yang indah, Jalak Bali.

Di pepohonan bisa dijumpai burng Kacer yang berkicau riuh, burung Kipasan Belang yang memamerkan ekor kipasnya, dan burung Merbah Cerukcuk (terucukan) yang senang berkelompok. Juga burung yang lebih kecil seperti Ciblek, Prenjak, dan Cipoh Kacat.

Sebagian besar Avifauana ini dapat anda jumpai dengan mudah di Taman Safari Bali.

Hamparan sawah bertingkat menjadi daerah yang sering dikunjungi burung Mandar Bontod (Ayam-ayam),Bambangan Merah, Tikusan Merah, dan kawanan Kuntul Kecil. Sementara di atas hamparan sawah beterbangan burung Walet, Layang-layang, dan Cici Padi yang menunggu kesempatan menukik untuk memakan gabah.

Info-information terupdate tentang Bali bisa dilihat di sini juga: sumber

SEJARAH BALI
Artefak manusia tertua yang ditemukan di Bali adalah alat-alat batu dan gerabah berusia 3000 tahun dari Cekik. Namun sebenarnya pulau Bali telah dihuni manusia sejak jaman prasejarah awal.

Tidak banyak informasi yang diketahui tentang Bali selama periode ketika pedagang India membawa Hinduisme ke kepulauan Indonesia. Catatan tertulis paling awal adalah prasasti batu yang berasal dari sekitar abad ke-9. Namun saat itu, padi sudah ditanam di bawah sistem irigasi yang kompleks (subak).

Jaman Kerajaan

Hindu Jawa mulai menyebar pengaruhnya ke Bali pada masa pemerintahan Raja Airlangga, dari tahun 1019 sampai 1042. Ibu Raja Airlangga pindah ke Bali dan menikah lagi tak lama setelah kelahirannya, jadi ketika Raja Airlangga bertahta, antara Jawa dan Bali segera terjalin hubungan.

Setelah meninggalnya Airlangga, Bali berstatus semi-independen hingga Kertanagara menjadi raja Singasari di Jawa dua abad kemudian. Kertanagara menaklukkan Bali pada tahun 1284, namun kekuasaannya hanya bertahan delapan tahun sampai dia dibunuh.

Saat Jawa dalam kekacauan, Bali mendapatkan kembali otonominya dan dinasti Pejeng meningkat menjadi kekuatan besar. Baru pada tahun 1343 Gajah Mada, dari Majapahit, mengalahkan raja Pejeng Dalem Bedaulu dan membawa Bali kembali ke bawah pengaruh Jawa.

Meskipun sebagian besar kepulauan Indonesia akhirnya di bawah kendali Majapahit, Bali adalah yang paling sedikit tersentuh kendali tersebut. “Ibukota” Bali pindah ke Gelgel sekitar akhir abad ke-14, dan untuk dua abad selanjutnya menjadi foundation bagi “raja Bali”, Dewa Agung.

Ketika Majapahit runtuh, dinasti Gelgel justru memperluas kekuasaannya ke pulau Lombok dan bahkan melintasi selat Jawa.

Dengan runtuhnya Majapahit, sebagian besar cendekiawannya pindah ke Bali, termasuk pendeta Nirartha yang mengenalkan banyak kompleksitas agama Hindu ke Bali. Seniman, penari, musisi dan aktor juga melarikan diri ke Bali, dan Bali mengalami ledakan aktivitas budaya. Eksodus terakhir ke Bali berlangsung pada 1478.

Era Kolonial

Pada 1710 ibukota kerajaan Gelgel digeser ke dekat Klungkung. Saat itu ketidakpuasan lokal semakin berkembang, penguasa yang lebih rendah melepaskan diri dari dominasi Gelgel. Belanda mulai bergerak masuk menggunakan metode divide et impera.

Pada 1846 Belanda menggunakan dalih penyelamatan kapal karam untuk mendaratkan pasukan militer di Bali utara. Pada tahun 1894 Belanda mendukung Sasak di Lombok dalam pemberontakan melawan Bali.

Bali dikalahkan di Lombok, dan dengan Bali utara berada dibawah kendali Belanda, Bali selatan segera menyusul. Sekali lagi Belanda menggunakan dalih penyelamatan untuk bergerak ke selatan.

Sebuah kapal Cina karam di Sanur pada tahun 1904 dan dijarah oleh orang Bali. Belanda menuntut agar raja Badung membayar ganti rugi 3000 uang perak namun ditolak.

Pada tahun 1906 kapal perang Belanda tiba di Sanur. Pasukan Belanda mendarat dan, meski mendapat tentangan dari pihak Bali, berjalan sejauh 5 km ke pinggiran kota Denpasar.

Pada tanggal 20 September 1906, kapal-kapal Belanda menghujani Denpasar dengan tembakan meriam dan kemudian memulai serangan terakhir mereka. Tiga raja Badung (Bali selatan) menyadari bahwa mereka kalah jumlah dan kalah senjata. Tak mau menyerah, mereka melakukan puputan, perang habis-habisan sampai mati.

Hampir 4000 pahlawan Bali gugur di puputan. Kemudian Belanda bergerak ke timur menuju Tabanan, hendak menawan raja Tabanan namun raja Tabanan memilih bunuh diri daripada ditawan.

Sedangkan kerajaan Karangasem dan Gianyar telah menyerah pada Belanda dan diijinkan untuk mempertahankan beberapa kekuatan mereka. Kerajaan-kerajaan lainnya dikalahkan dan penguasanya diasingkan.

Raja Klungkung mengikuti jejak Badung dan sekali lagi Belanda menghadapi puputan. Dengan hilangnya hambatan terakhir ini, seluruh Bali sekarang berada dibawah kendali Belanda dan menjadi bagian dari Hindia Belanda. Namun pemerintahan Belanda atas Bali berumur pendek karena Indonesia jatuh ke Jepang pada Perang Dunia II.

Era Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945, tepat setelah Perang Dunia II berakhir, pemimpin Indonesia Soekarno memproklamirkan kemerdekaan. Namun Belanda tetap berusaha menjajah kembali, berusaha merebut daerah-daerah dengan sumber daya alam dan perkebunan yang kaya.

Perang puputan melawan Belanda terjadi lagi di Bali. Pada 20 November 1946 Ngurah Rai memimpin perang puputan di desa Marga, beliau dan seluruh pasukannya gugur. Baru pada tahun 1949 Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia.

Bali Modern

Ledakan pariwisata, yang dimulai pada awal tahun 1970 membawa banyak perubahan. Pariwisata membantu membiayai perbaikan jalan, telekomunikasi, pendidikan dan kesehatan. Meskipun pariwisata memiliki beberapa dampak sosial dan lingkungan yang merugikan, namun budaya unik Bali telah terbukti sangat tangguh bertahan.

Bali, seperti kebanyakan tempat, juga terpengaruh oleh politik global. Pada bulan Oktober 2002, dua ledakan bom terjadi di Kuta menargetkan space yang sering dikunjungi wisatawan. Diperkirakan 500 orang luka atau meninggal.

Industri wisata Bali mendapat pukulan berat.

Pada Oktober 2005 bom kembali meledak di Bali, untungnya korban yang jatuh lebih sedikit. Namun, bom tersebut menyebabkan penurunan tajam jumlah wisatawan.

Desa Bali

Adat bervariasi dari desa ke desa dan dikelola oleh pemuka desa. Hukum desa tertentu disebut awig-awig yang meliputi hukum religius dan sosial. Adat mengatur jadwal dan ritual upacara keagamaan, penggunaan alat pertanian bersama, masalah warisan, dan yang berkaitan dengan kelahiran, pernikahan, dan kematian.

Sebuah desa di Bali merupakan kelompok yang saling mendukung. Ketika seseorang meninggal misalnya, seluruh komunitas muncul untuk membantu dan mempersiapkan upacara kematian.

Kelompok penting lain dalam kehidupan orang Bali adalah seka dimana ada banyak seka di sebuah desa.

Ada seka truna-truni, yaitu kelompok pemuda-pemudi desa yang sudah berumur tapi belum menikah. Truna-truni memiliki tanggung jawab dalam upacara di pura dan pekerjaan komunal lainnya.

Hampir semua desa mempunyai seka gong, kelompok yang bertugas memainkan gamelan. Sedangkan seka suling adalah kelompok yang memainkan seruling.

Setiap seka memiliki pemimpin dan bendahara. Pelanggaran peraturan misalnya tidak menghadiri rapat, dihukum dengan denda.

Jika desa di wilayah lain di Indonesia mempunyai wilayah administratif rukun warga, maka Bali mempunyai banjar.

Pada awalnya banjar berfungsi mengurus pengaturan subak untuk sawah para anggota Banjar. Seiring perkembangan, banjar sekarang ada 2 jenis.

Banjar dinas mengurus hal-hal administratif dan pelaksanaan program pemerintah Indonesia. Sedangkan banjar adat bertugas mengurus kegiatan adat.

Pura

Setiap desa di Bali mempunyai beberapa pura dan setiap rumah setidaknya mempunyai sebuah pura sederhana. Kata pura sendiri berasal dari Sansekerta yang berarti sebuah ruang yang dikelilingi oleh dinding.

Ada tiga tipe pura utama yang bisa dijumpai hampir di semua desa.

Yang paling utama adalah pura puseh yang didedikasikan untuk pendiri desa. Di tengah desa terdapat pura desa untuk para dewa yang melindungi desa. Terakhir adalah pura dalem dimana terdapat pemakaman.

Selain itu ada juga pura untuk memuja Dewi Sri sang dewi padi.

Dari segi dekorasi dan arsitektur tidak ada pura Bali yang benar-benar serupa. Ada variasi dari gayanya, ukuran, tingkat kepentingan, tujuan, dan sebagainya.

Tetapi ada elemen-elemen yang dimiliki oleh setiap pura. Yaitu candi bentar, kulkul, bale, kori agung/paduraksa, raksa/dwarapala, aling-aling, betelan, gedong, batu padma, meru, bale piasan, gedong pesimpangan, dan paruman/pepelik.

9 Kahyangan Jagat

Mungkin ada sekitar 10ribu pura di seluruh Bali. Terletak di tempat yang mudah dijangkau hingga terletak di atas tebing, pantai, dan gunung. Termasuk 9 pura penting dan terkenal di bawah ini.

* Pura Luhur Batukau, terletak di space gunung Batukau.
* Pura Luhur Ulu Watu, terletak di atas tebing yang menghadap ke samudera Hindia.
* Pura Goa Lawah, di dalam pura ini terdapat gua yang dihuni ribuan kelelawar.
* Pura Rambut Siwi, pura indah ini terletak di tepi pantai di Jembrana.
* Pura Tanah Lot, terletak di atas sebuah batu besar di tepi pantai.
* Pura Maduwe Karang, sebuah pura pertanian.
* Pura Pusering Jagat, terletak di desa kuno Pejeng.
* Pura Taman Ayun, bermakna taman yang cantik.
* Pura Tirta Empul, memiliki kolam denmgan sekitar 30 pancuran.

Agama Bali

Mayoritas orang Bali memeluk agama Hindu. Bagi Bali, agama Hindu berperan besar menjadikan pulau Bali sangat menarik bagi wisatawan. Hindu Bali mewarnai Bali di bidang seni, musik, arsitektur, pura, dan lainnya.

Memang di permukaan terlihat banyaknya kemewahan di Bali seperti spa, lodge, butik, restoran, dan kelab. Namun di balik itu semua jiwa Bali, Hinduisme, tidak berubah. Dengan mudah bisa ditemui pura di rumah, kantor, desa, sawah, hutan, gua, hingga sungai.

Bali mengenal sistem kasta yang dibedakan dalam empat tingkatan. Yang terendah adalah sudra dimana sebagian besar penduduk Bali masuk dalam kasta ini. Pria sudra nama depannya menggunakan “I” dan “Ni” untuk wanita.

Kasta wesya adalah kaum pemerintahan dan pedagang. Yang pria menggunakan nama Gusti Bagus sedangkan wanita menggunakan Gusti Ayu.

Ksatria adalah kastanya kaum prajurit dan bangsawan. Bercirikan I Gusti Ngurah untuk nama pria dan I Gusti Ayu untuk wanita.

Kasta brahmana adalah kasta tertinggi. Anggotanya adalah para pendeta. Bernama Ida Bagus jika pria dan Ida Ayu jika wanita.

Perayaan di Bali

Nyepi

Nyepi merayakan berakhirnya tahun lama dan dimulainya tahun yang baru (tahun baru Saka). Penduduk Bali akan menghentikan segala aktivitas, agar roh jahat menyangka Bali kosong tidak berpenghuni roh jahat akan meninggalkan pulau selama setahun.

Sebelum Nyepi biasanya diadakan pawai ogoh-ogoh, dengan mengarak patung Buta Kala berkeliling lingkungan sekitar, lalu patung itu dibakar. Pawai itu bertujuan mengusir Buta Kala dari lingkungan tersebut.

Nyepi biasanya berlangsung di bulan Maret atau awal April.

Saraswati

Dirayakan setiap 210 hari dengan melakukan pemujaan pada Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan dan seni.

Galungan

Galungan bermakna menang. Hari raya ini merayakan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kebatilan).

Kuningan

Dilaksanakan 10 hari setelah Galungan. Bermakna berjanji pada diri sendiri untuk selalu berusaha memenangkan dharma dan mengalahkan adharma.

Cara Menuju ke Bali
Kebanyakan orang datang ke Bali menggunakan pesawat dan transportasi darat.

Pesawat

Hanya ada satu bandara di Bali, Ngurah Rai International Airport. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

Maskapai yang beroperasi di bandara Ngurah Rai antara lain:

* Air Asia
* Lion Air
* Cathay Pacific Airways
* China Airlines
* Eva Air
* Garuda Indonesia
* Jetstar
* KLM
* Korean Air
* Malaysia Airlines
* Qatar Airways
* Singapore Airlines
* Thai Airways International
* Virgin Australia

Bus

Bus dari pulau Jawa menyeberang ke Bali menggunakan kapal ferry. Menyeberangi selat Bali dari pelabuhan Ketapang (Jatim) ke Gilimanuk (Bali) membutuhkan waktu sekitar menit.

Kereta Api

Bali tidak mempunyai jalur rel kereta api namun PT KAI membuka kantor di Denpasar. Dari Denpasar bus menyeberang ke pulau Jawa dan transit di Banyuwangi. Kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan kereta api ke kota-kota di pulau Jawa.

Transportasi di Bali

Bali sekarang mempunyai banyak pilihan transportasi, baik untuk jarak dekat maupun jauh.

Taksi

Kelebihan Taksi dibandingkan sistem sewa mobil di Bali adalah kemudahan taksi untuk dijumpai di mana saja, terutama di pusat kota. Jika mobil rental OMOcars hanya bisa ditemukan di Bandara Ngurah Rai, anda bisa menemukan taksi hampir di seluruh space di Bali. Namun agar terhindar dari harga yang terlalu mahal, pastikan taksi yang anda naiki adalah Bluebird dan supir mau memakai argo resmi.

Ojek

Menjadi pilihan yang bagus jika mendadak butuh membelah kemacetan lalu lintas Bali. Ongkosnya sangat tergantung dari hasil tawar-menawar.

Kura-kura Bus

Angkutan wisata dengan rute ke destinasi wisata populer di Bali. Selain tiket sekali jalan juga tersedia tiket untuk three hari dan 7 hari.

Bus Trans Sarbagita

Bus ini dikelola oleh pemerintah daerah dan beroperasi di Denpasar. Bus ini mirip dengan Trans Jakarta yang beroperasi di Jakarta.

Delman

Cocok untuk mereka yang ingin menikmati perjalanannya dan tidak dikejar waktu serta tujuannya jarak dekat saja.

Sewa Mobil di Bali

Banyak persewaan mobil di Bali diantaranya ada yang bisa diorder secara on-line. Untuk mobil bisa disewa dengan atau tanpa sopir.

Transportasi Online

Ojek dan taksi online juga tersedia di Bali. Tarifnya bisa lebih murah dari ojek dan taksi konvensional. Namun jika digunakan untuk beberapa destinasi, akumulasi tarifnya menjadi mahal. Perbedaan harga transportasi on-line dengan pilihan rental mobil di Bali, bisa anda hitung dengan kalkulasi sederhana. Biaya transportasi online dari bandara ke resort adalah Rp 70.000. Itu artinya biaya pulang pergi anda dari Bandara – Hotel adalah: Rp 140.000. Bandingkan dengan biaya sewa mobil guide di Bali yang mulai dari Rp one hundred fifty.000 untuk lama pemakaian 24 jam!

Kultur Bali

Meski deru kemajuan dan pembangunan di Bali begitu pesat, namun secara luar biasa kultur Bali masih sangat terjaga. Hal itulah yang mungkin menyebabkan daya tarik Bali tidak luntur digerus waktu.

Bahasa

Bahasa Indonesia digunakan terutama di sekolah dan kantor pemerintahan. Sedangkan bahasa Inggris digunakan untuk kepentingan wisata.

Seperti bahasa Jawa, bahasa Bali dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu Bali Kasar, Bali Madya, dan Bali Alus.

Bali Kasar dipergunakan oleh kaum sudra dan oleh bangsawan pada bawahannya. Bali Madya dipergunakan di tingkat menengah masyarakat misalnya di pemerintahan. Bali Alus dipergunakan di acara-acara formal dan dipergunakan oleh kasta yang lebih rendah pada kasta yang lebih tinggi. (Sumber)

Kuliner Bali

Kuliner Bali rasanya tajam dan semarak. Sebuah hidangan lengkap akan mengandung enam rasa (manis, asam, pedas, asin, pahit, astringen), yang meningkatkan kesehatan dan vitalitas dan merangsang indra.

Ada dominasi rasa jahe, cabe, kelapa, serta kemiri. Kombinasi lengkuas dan kunyit diimbangi dengan panas dari cabe mentah, manisnya gula aren, asam dan terasi, dan rasa segar dari serai, limau kesturi, daun jeruk purut dan ketumbar.

Sedikit banyak kuliner Bali juga dipengaruhi kuliner India selatan, Malaysia, dan Cina. Akibat dari adanya interaksi migrasi dan perdagangan selama berabad-abad.

Makanan pokok Bali adalah nasi dan segala makanan yang disajikan tanpa nasi biasanya dikategorikan sebagai jajanan (snack).

Sedangkan masakan khas Bali jumlahnya cukup banyak. Diantaranya sate bali, sambal matah, bebek betutu, sate lilit, jukut ares, lawar, dan babi guling.

Bali mempunyai minuman beralkohol yang cukup terkenal, brem dan arak Bali. Minuman tradisional non alkohol juga cukup banyak seperti daluman (cincau), es bir (es kelapa muda dengan jeruk nipis), loloh, kopi Bali, dan tambring.

Kuliner makanan dan minuman tradisional Bali ini adalah salah satu hal yang membuat jalan-jalan di Bali menjadi menyenangkan. Cita rasa kuliner Bali yang begitu unik dan kaya akan aroma & rasa begitu sayang untuk dilewatkan pada saat anda sedang berada di Bali, karena cita rasa tersebut tidak bisa anda rasakan di daerah lain di Indonesia. Ketika anda memutuskan untuk sewa mobil di Bali, tempat-tempat kuliner ini bisa anda datangi dengan sangat mudah dan murah karena ke-fleksible-an yang anda dapat ketika menyewa mobil rental.

Pakaian Tradisional Bali

Pria tradisional Bali memakai udeng (ikat kepala), baju (kadang asesoris saja tanpa baju), kamben (kain bawahan), kampuh sebagai penutup kamben (ukurannya lebih kecil dari kamben), dan umpal (selendang) sebagai ikat pinggang.

Wanita tradisional Bali rambutnya disanggul, bunga cempaka atau kamboja diselipkan di telinga atau rambut sebagai hiasan, atasannya memakai kebaya, bawahannya memakai kamben, ikat pinggangnya menggunakan selendang yang disebut bulang pasang.

Seni Bali

Bali adalah pulaunya para seniman. Lukisan, patung, tarian, dan musik tradisional bisa dijumpai di penjuru pulau. Seni di Bali merupakan bagian dari keagamaan, baik sebagai dekorasi maupun ritual.

Pengaruh luar terhadap seni Bali mulai terjadi pada tahun 1920an. Para seniman luar mulai menetap di Bali dan bertukar pengetahuan seni dengan warga lokal.

Sekarang seni menjadi bisnis yang besar di Bali. Bermacam seniman bisa dijumpai di Bali mulai dari seniman kaca, pelukis, fotografer, penari, pematung, hingga pemusik.

Dan kini… Dengan menyewa mobil rental, anda tidak perlu lagi jalan-jalan di Bali dengan menggunakan Taksi atau Uberatau Go-jek. Anda bisa menghemat finances liburan anda selama di Bali sebesar 30%, hanya dengan merubah moda transportasi anda ke sewa mobil di Bali. Budget liburan yang berlebih ini bisa anda gunakan untuk wisata kuliner atau pembayaran resort, bukan?